Jadiii kemarin itu kita nemu rumah makan enak yang menyajikan makanan khas sunda, nemunya dari hasil googling dan lihat-lihat foto serta reviewnya kok sepertinya enak bener. Dengan perut lapar berat (dari Jakarta sore baru sampai malam hari, hujan pula) kitapun sampai di rumah makan Nasi Bancakan Mang Barna dan Bi Oom (kalau nggak salah lihat di kunjungan kedua kami ketemu langsung sama Mang Barna, or at least seseorang yang wajahnya mirip foto beliau yang ada di dinding rumah makannya), letaknya di Jl. Trunojoyo 62 yang ternyata nggak jauh lokasinya dari hotel tempat kami tinggal yaitu Oasis Siliwangi.

bancakan5

Begitu mask, suasana ‘beda’nya langsung terasa. Berasa ada di kampung gitu, mulai dari meja kursi makannya, interor ruangannya (ada poster-poster jadul), perangkat makan dan minummya (piring dan gelas kaleng jadul hihihi).  Penggunaan piring dan gelas kaleng itu menambah kesan jadul dan ndeso. Hehehe udah susah banget deh nyari piring dan gelas kaleng begini di restoran-restoran yang ada saat ini. Pokoke puas cuci mata sekilas (sekilas aja dulu yaa, secara lapar berat).

Mata langsung tertuju ke area display lauk pauknya, tadaaa, di situ berderet-deret aneka lauk pauk yang bisa dipilih. Mulai dari ikan, ayam, daging sapi, udang, cumi (cumi itemnya ada kalau gak salah ada 3 jenis sluurp), aneka ikan asin (gilaa panik deh liatnya), aneka sayur yang beberapa seumur-umur baru pernah aku lihat (maap lupa namanya apa ya itu sayurnya), beberapa jenis sambal, plus aneka es untuk dessert mulai dari bandrek, cincau hijau, es doger sampai kopi nyereng yang khas banget (kopi + susu + soda + es batu) hihihi baru sekali deh ngerasain kopi seperti itu. Satu kata: K.A.L.A.P.

bancakan3

 

bancakan4

Nah terus, semua ini belum berakhir! Ada lagi satu jajanan yang mencuri perhatianku, yaitu kue balok, bentuknya emang kayak balok, gede gitu, kayak kue pukis tapi raksasa. Rasanya lebih kampung hehe, kalau pukis kan kerasa menteganya gitu ya, kalau ini sih enggak, tapi kalau dimakan panas-panas sama teh atau kopi, enaknya pol. Kue ini cara masaknya juga khas banget, pakai api atas dan api bawah, bukan di oven tapi di panggang di ata sbara. api atasnya didapat dari pemanas yang sekilas tampilannya seperti setrika jadul. Seru dan antik deh pokoknya.

Kesimpulannya, untuk yang jalan-jalan ke Bandung dan mencari tempat makan khas sunda yang enak bin nikmat, coba mampir ke sini ya. Kalau saya dan keluarga sih ketagihan karena sesuai selera, semoga anda juga cocok ya makan di sana. Nih lihat foto bahagia saya dan anak-anak saat makan di sana ya hehehe.

bancakan2

Did you like this? Share it: